Arsip Kategori: Uncategorized

[PRESS RELEASE]

98335
Open House Klinik Agromina Bahari 2017 telah diselenggarakan pada hari Senin, 28 Agustus 2017 di Gedung A1 KPTU Lt 3. Acara diawali  dengan pemutaran video opening tentang KAB, dilanjutkan pemaparan program-program kerja oleh Pengurus Harian KAB Kabinet Lautan Karya  supaya yang hadir dapat lebih mengenal KAB khususnya  Gamada 2017. Acara Open House juga menghadirkan alumni KAB yaitu sdr. Ari Akbar Devananta, ketua KAB tahun 2012. Mas Ari, sapaan akrab beliau, berbagi banyak cerita dan pengalaman selama di KAB yang tentunya sangat inspiratif.

 

Narasumber Ari Akbar Devaanta alumni Perikanan 2010

Narasumber Ari Akbar Devaanta alumni Perikanan 2010

“Acara terbilang sukses dan tujuannya dapat tercapai “, kata Fiki Nafidzah, PJ Open House KAB 2017.

Adanya acara ini diharapkan mahasiswa pertanian khususnya Gamada 2017 lebih mengenal KAB dan dapat meginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya.

Klinik Agromina Bahari
#LautanKarya
#BersamaKitaBerkarya

[PRESS RELEASE]

Sabtu (8/4) Diskusi Publik sebagai Peringatan Hari Nelayan yang jatuh pada 6 April 2017  dengan tema “”Pelarangan Cantrang, Dilema Ekologis dan Ekonomis” telah dilaksanakan di Ruang KPTU gedung A1 lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Diskusi ini menghadirkan tiga pembicara yang luar biasa yaitu Ir. Lalu M. Syafriadi, MM (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah),  Bambang Wicaksana Widjanarko (Ketua Front Nelayan Bersatu), Dr. Ir. Djumanto, M. Sc (Dosen Departemen Perikanan UGM) dan dimoderatori oleh Kautsar Fahreza T (Kepala Biro Kajian dan Keilmuan DEMA FPN 2017).

IMG_6210
Diskusi publik dimulai pukul 14.00, terlambat 30 menit dari jadwal karena kendala teknis namun hal ini tidak terlalu menghalagi jalannya diskusi dan tidak menyurutkan semangat tamu undangan dan mahasiswa. Diskusi ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diskusi dilaksanakan secara panel yaitu penyampain materi oleh pembicara dan dilanjutkan diskusi antara pembicara dengan audiens.

IMG_6215Pembicara yang pertama adalah Ir. Lalu M. Syafriadi, MM dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Beliau menjelaskan mengenai sejarah cantrang di Jawa Tengah, awalnya cantrang sebagai alat bantu untuk umpan Botton Long Line hingga menjadi alat tangkap utama dan berkembang pesat di Jawa hingga akhirnya dikeluarkan surat DKP Surat DKP No: 523.4/1037 untuk penghentian Sementara ijin Cantrang per 1 Sept 2005 dan Gubernur  melalui Surat No: 523/00048 mengenai dukukungan penggunaan cantrang, hingga akhirnya terjadi gejolak sosial nelayan dan menghasilkan kesepakatan pembatasan penggunaan cantrang, dan harus memiliki izin penggunaan cantrang. Bapak Lalu M. Syafriadi juga menyampaikan di Jawa Tengah penggunaan cantrang terbanyak di Pati yaitu sebanyak 238 unit. Penggunaan cantrang menjadi pro dan kontra di nelayan karena cantrang merupakan alat tangkap andalan nelayan dan jika penggunaannya dibatasi atau dilarang akan menurunkan hasil tangkap ikan nelayan.

IMG_6221
Dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Bapak Bambang Wicaksana Widjanarko Ketua Front Nelayan Bersatu yang menyampaikan mengenai dampak yang dirasakan petani terutama dari segi ekonomi dengan adanya pelarangan penggunaan cantrang. Nelayan mengeluhkan kebijakan yang ditetapkan pemerintah mengenai pelarangan penggunaan cantrang karena terlalu mendadak dan pemerintah tidak memberikan solusi alat tangkap alternatif pengganti cantrang. Hal ini menyebabkan hasil tangkapan petani menjadi menurun. Di sisi lain pembicara ketiga yaitu Dr. Ir. Djumanto, M. Sc (Dosen Departemen Perikanan UGM) menyatakan bahwa secara ekologis cantrang merusak ekologi perairan namun dari segi ekonomi penggunaan cantrang dapat meningkatkan ekonomi dn kesejahteraan nelayan.

IMG_6218Pelarangan penggunaan cantrang menyebabkan dilematis yaitu mempertahankan cantrang untuk meningkatkan kesejahteran nelayan namun dengan konsekuensi merusak sistem ekologi perairan atau sebaliknya. Bapak Djumanto memberikan solusi yaitu pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan tiga aspek yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, Pemerintah menggandeng dan memberdayakan lembaga penelitian (PTN, PTS, NGO, dll) dan memanfaatkan hasil penelitian/kajian untuk  manajemen/tata kelola perikanan yang berkelanjutan, mendorong inovasi alat tangkap ramah lingkungan, inovasi pasca panen dan melindungi produksi dalam negeri. Setelah penyampaian materi dari pembicara dilanjutkan dengan diskusi, diskusi berjalan lancar dan cukup menarik. Harapannya polemik cantrang dapat segera diatasi dengan adanya inovasi alat tangkap baru yang ramah lingkungan dan adanya pendampingan dari pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan.

[ROTAN] SOROTAN KEGIATAN

Bulan Maret tepatnya pada hari sabtu, 18 Maret dan Minggu,19 Maret KAB bekerja sama dengan Forum keilmuan Fakultas pertanian telah melaksanakan belajar bareng guna mempersiapkan Ujian Tengah Semester (UTS) khususnya untuk mata kuliah Statistika dan Kimia Organik yang cukup menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. Belajar bareng ini menghadirkan tentor yang memiliki kompetensi dan mampu mentransfer ilmunya.

116991

Belajar bareng ini dibagi menjadi dua sesi yaitu pukul 08.00-10.00 dan pukul 10.30-12.30. meskipun pelaksanaannya tidak tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ditentukan, hal ini tidak menyurutkan semangat para tentor dan teman-teman untuk belajar dan berbagi ilmu.

116989

1169Semoga dengan belajar bareng kali ini bisa membantu teman-teman dalam mengerjakan UTS dan mendapatkan hasil yang maksimal. ‘Karena hasil tidak akan menghianati usaha’

PELANTIKAN(1) CAPUNG KAB

Tanggal 15-16 Oktober 2016 diadakan salah satu alur kaderisasi bagi calon punggawa KAB yang disebut dengan Smart Camp. Smart camp kali ini diadakan di Mangunan, Imogiri, lokasi yang sama dengan tahun sebelumnya. Tema Smart Camp 1 ini adalah “Bersinergi dalam KAB Mewujudkan Center of Excellent yang Kontributif, Prestatif, dan Mandiri”. Sasaran Smart Camp 1 adalah calon punggawa KAB yang berjumlah kurang lebih 45 anak. Hanya saja, karena berbenturan dengan adanya beberapa makrab HMJ , hanya 21 anak yang bisa mengikuti Smart Camp kali ini.

Sebelum keberangkatan ke Imogiri, para peserta Smart Camp diwajibkan untuk mengikuti seminar Bioteknologi yang diadakan di Auditorium Hardjono Danuesastro guna menambah wawasan di bidang pertanian.

Seminar Bioteknologi

Tahun ini merupakan kali pertama diadakannya Seminar Bioteknologi “Clorobite”. Seminar ini merupakan event kerjasama antara IAAS, Klinik Agromina Bahari, dan Imagro . Acara ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB. Clorobite mengangkat tema ”Peran Bioteknologi Bagi Swasembada Pangan Indonesia dalam Menghadapi Persaingan di Era MEA”. Seminar ini diisi oleh Desi Utami, S.P., M.Sc selaku moderator dan pembicara-pembicara yang luar biasa . Pembicara dalam seminar ini antara lain Ir. Irfan Dwidja P.,M.Eng.Ph.D selaku dosen Pertanian UGM, Dr.Ir.Kristamtini,M.Si selaku Peneliti BPTP Yogyakarta, dan Ir. Sasongko, M.Si selaku Kepala Dinas Pertanian DIY.

Materi – materi Smart Camp 1

            Setelah selesai seminar, para peserta dan panitia beristirahat kemudian melakukan perjalanan ke Imogiri. Para peserta sampai di homestay sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah beres-beres dan melaksanakan ibadah solat, acarapun dimulai. Materi yang pertama adalah materi terkait “How to be Good Staff”. Materi ini disampaikan oleh Alfath Bagus Panuntun ENI. Alfath merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang kini menjabat sebagai pimpinan Dema Fisipol UGM bidang keilmuan. Alfath menjelaskan terkait bagaimana menjadi staff yang baik. Ketika kita selalu menuntut bagaimana pemimpin yang baik, maka tentu juga perlu berkaca diri untuk bisa menjadi staff yang baik pula. Alfath juga menampilkan tokoh-tokoh inspiratif di Indonesia.

            Materi yang kedua adalah tentang ke-KAB-an. Materi ini disampaikan oleh Sekjend KAB saat ini, Aprilia Sari. Materi ini dimulai sekitar pukul 19.10 WIB. Dalam materi ini, berbagai hal tentang KAB diutarakan, mulai dari sejarah sampai dengan kegiatan-kegiatan Klinik Agromina Bahari. Harapannya dengan adanya materi ini, calon punggawa KAB bisa mengetahui seluk beluk dari organisasi yang akan mereka ikuti, yaitu KAB. materi ini dilanjutkan dengan jalannya diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberi kasus yang kemudian mereka diskusikan bersama. Setelah diskusi, peserta diminta untuk presentasi semenarik mungkin sesuai apa yang mereka diskusikan dengan kelompok masing-masing. Kegiatan ini berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan dengan istirahat di kamar yang telah disediakan.

Pelantikan

            Minggu pagi (16/10/16) , senam dilanjutkan dengan outbound. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok berjalan di setiap pos pos yang disediakan. Mulai daripos 1 sampai dengan pos 5. Masing masing pos berisi game-game yang harus dilewati oleh peserta. Pos 4 dan pos 5 berada di hutan pinus. Pos 5 merupakan pos puncak dimana pelantikan dilaksanakan. Peserta dikumpulkan di spot hutan pinus yang cukup sepi agar prosesi pelantikan tidak terganggu. Diawali dengan narasi-narasi terkait dengan kondisi pertanian perikanan saat ini dan renungan-renungan lain, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dalam kondisi mata masih tertutup. Begitu ikrar selesai dibacakan, maka capung bukan lagi capung, mereka kini adalah punggawa. Bagian dari KAB…. dan semua panitia bersama-sama mengucapkan “selamat datang di Klinik Agromina Bahari”

pasca pelantikan

pasca pelantikan

Matrikulasi

Mengingat Smart Camp merupakan salah satu alur kaderisasi bagi  calon punggawa KAB, maka akan ada matrikulasi bagi calon – calon punggawa KAB yang belu mengikuti Smart Camp. Selain itu alur kaderisasi yang lain adalah Research Academy yang akan dilaksanakan mulai tanggal 20 Oktober 2016. Jika capung tidak memenuhi alur kaderisasi yang telah ditentukan, maka capung dinyatakan mengundurkan diri dari KAB. dalam serangkaian alur kaderisasi, tentu terdapat materi-materi yang akan berguna untuk bekal para calon punggawa khususnya terkait riset dan keilmuan.